Otomotif
BREAKING NEWS :
Pemprov Riau dan HK Bahas Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
 


BAIC T1 Segera Dirakit di Indonesia, Produsen Minta Relaksasi Aturan TKDN
Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:48:31 WIB
Pabrik BAIC.(foto: int)
Pabrik BAIC.(foto: int)

JAKARTA - BAIC Indonesia mengusulkan agar kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik tidak hanya berpatokan pada tahun penerapan regulasi.

Produsen otomotif asal China tersebut berharap pemerintah juga mempertimbangkan kapan sebuah model mulai diproduksi di Indonesia sehingga proses peningkatan kandungan lokal dapat berlangsung secara bertahap.

Usulan itu disampaikan di tengah persiapan BAIC memulai perakitan lokal mobil listrik pertamanya, BAIC T1, di fasilitas produksi yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, pada akhir tahun ini.

Pada tahap awal, kendaraan tersebut ditargetkan memiliki nilai TKDN sebesar 40 persen.

Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhani Yahya mengatakan, perusahaan mendukung peningkatan kandungan lokal.

Namun, menurutnya, produsen yang baru memulai produksi kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan waktu untuk memenuhi target TKDN yang lebih tinggi.

"Kita kan baru saja memasukkan mobil listrik. Nah, ini alasan kenapa kita meminta pemerintah dapat meng-consider agar TKDN 60 persen itu tidak berdasarkan tahun yang dimulai 2027, tapi bisa berdasarkan kapan kendaraan listrik ini mulai dirakit di Indonesia," ujar Dhani.

Menurut Dhani, pendekatan bertahap akan memberikan ruang bagi pelaku industri untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mengukur penerimaan pasar sebelum melakukan investasi yang lebih besar.

Ia mencontohkan, kendaraan yang memulai produksi dengan TKDN 40 persen dapat diberikan masa transisi sekitar dua tahun untuk mencapai 60 persen.

Setelah itu, kandungan lokal dapat terus ditingkatkan hingga menyentuh 80 persen seiring berkembangnya industri komponen nasional.

"Jadi harapan kami, tentu karena selain investasi kita juga harus melihat bagaimana pada saat 40 persen TKDN ini respons dari masyarakat, respons dari konsumen di Indonesia terhadap produk tersebut," ungkapnya.

BAIC mengungkapkan pencapaian TKDN 40 persen dapat direalisasikan dalam waktu sekitar enam bulan.

Namun, peningkatan menuju level 60 persen membutuhkan waktu lebih panjang karena memerlukan investasi tambahan, termasuk memperluas penggunaan komponen buatan dalam negeri.

Salah satu sektor yang membutuhkan modal besar adalah pengembangan lini produksi baterai.

Walaupun sel baterai masih akan dipasok dari China, BAIC berencana merakit sejumlah komponen lainnya di Indonesia.

"Untuk investasi cukup besar, dalam artian dalam membuat satu line, terutama dalam sisi baterai, karena hanya selnya dari China, seluruhnya dari mulai casing, wiring harness-nya dan BMS-nya dirakit lokal," ucap Dhani.

Usulan BAIC menghadirkan sudut pandang baru dalam pembahasan kebijakan TKDN kendaraan listrik nasional.

Pemerintah memiliki target memperbesar kandungan lokal guna memperkuat industri otomotif nasional.

Sementara itu, pelaku industri menilai penerapan skema bertahap akan menciptakan iklim investasi yang lebih realistis, terutama bagi produsen yang baru memulai produksi di Indonesia.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pemprov Riau dan HK cari jalan tengah soal angkutan CPO di Tol Pekanbaru-Dumai (foto/ist)Pemprov Riau dan HK Bahas Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.Plt Gubri SF Hariyanto Tekankan Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla
asat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P bersama Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Siak OK Mohd Rizky Pranajaya saat melalukan olah TKP di lokasi Karhutla Dayun, Senin (7/9/2026). Polres Siak Tindak Pelaku Pembakaran Lahan, Tiga Kasus dan Empat Tersangka Terungkap
Tablig akbar bersama UAS di Rengat dihadiri ribuan warga (foto/ist)Tablig Akbar di Rengat Dihadiri Ribuan Warga, UAS Sampaikan 5 Pesan untuk Keberkahan Negeri
Ilustrasi Karhutla Inhu dan Inhil meluas (foto/int)Karhutla di Inhu dan Inhil Meluas, Tim Gabungan Percepat Jinakkan Lahan Terbakar
  Pedagang STC Laporkan Firman ke BK DPRD Pekanbaru
Plt Gubri kirim personel Satpol PP penanganan Karhutla Siak (foto/int)Karhutla Riau Diantisipasi Sejak Dini, Hampir 50 Personel Satpol PP Dikirim ke Siak
Ilustrasi hotspot Riau turun tajam (foto/int)Hotspot Riau Turun Tajam, dari 292 Kini Tersisa 176 Titik
Ilustrasi penerbangan dari Pekanbaru ke Jakarta masih terdampak erupsi Anak Krakatau (foto/int)15 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau hingga Pagi Ini
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru hari ini (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Hari Ini: 1 Gram Rp2,637 Juta, Buyback Rp2,49 Juta
Komentar Anda :

 
 
 

Suzuki.
Emisi Gas Buang Suzuki
Perawatan AC Suzuki Tips Menghemat Bahan Bakar (BBM) Saat Mengemudi Tips Mengemudi Hemat BBM ala Suzuki tanpa Modifikasi
 
 
 
MobiL
Mitsubishi DIPO Ramaikan SIEXPO 2026 di Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved